Rabu, 02 Juni 2010

Israel, Yahudi dan Agama

Gaduh! saya tidak bisa konsentrasi mengerjakan berkas yang menumpuk, saya juga belum tidur dari semalam. kesal juga mendengar keributan dari dalam jendela yang menghubungkan pemandangan ke bundaran HI. pasukan berdemo rupanya. ah terpaksa kutinggalkan semua pekerjaan, teman-temanku juga asik menikmati aksi bakar-bakaran bendera israel di luar. apa yang menjadi topik baru-baru ini adalah aksi kejam israel yang menyerang kapal kemanuasiaan mavi marmara di bawah bendera turki pada 31 mei 2010. yang menjadi korban adalah para wartawan dan sukarelawan. sungguh biadab! dimana rasa kemanusiaan itu? penyerangnya adalah manusia tak berotak dan pantas dihukum mati. Dunia internasional menyerukan kecamannya terhadap israel. seharian saya menyaksikan berita di televisi, masyarakat berdemo besar-besaran. turki, amerika, sampai indonesia dimana 12 warganya ikut menjadi korban. saya pun ikut menangis ketika melihat kesaksian para keluarga yang kehilangan kontak dengan keluarganya, sementara anak-anak mereka masih kecil tapi sudah mengerti jentikan kasih sayang orang tuanya.ah sedih! saya ingin turun ke jalan dan berteriak mengecam negara itu. Usir kedutaan israel dari indonesia, hilangkan isral dari peta dunia, hentikan kontak israel dengan negara-negara dunia...ISRAEL GOES TO HELL.

Sensitifnya saya menyentuh daerah timur tengah. Sepertinya saya masih ragu untuk menjejakkan kaki ke sana kecuali Mesir. Israel terutama, adalah negara Yahudi, entah warganya beragama atau berbangsa Yahudikah tetapi mereka mengaku Yahudi. Meskipun pemerintah telah mensyaratkan tak perlu berYahudi jika bukan beragama dan beradat Yahudi. Apakah mereka selalu menjadi Anarki dan dibenci? Terbukti selama berabad-abad lamanya Yahudi mengalami antisemitisme, yaitu diskriminasi dari orang-orang Kristen di eropa dan juga masyarakat arab di Timur Tengah. Pembantaian besar-besaran terjadi oleh Nazi pada Perang Dunia ke II, dimana bangsa Yahudi dibantai habis-habisan di Eropa.

Apa saya pantas menyebut Yahudi sebagai musuh? kenapa Israel terus berseteru dengan palestina? kenapa Arab dan Yahudi harus berseteru...Aneh. ada sentimen saya mendengar dua bangsa itu. entah kenapa sepertinya saya banyak terpengaruh oleh media. ketika orang Islam berbicara salah tentang Islam, ketika orang Yahudi bertindak salah atas nama Yahudi, Nasrani juga hanya mengaku Nasrani. tapi adalah fakta ketika seseorang mengaku beragama, mengaku religius tapi justru yang terlihat adalah ketidakberadaban. apakah agama bagi mereka hanya omong kosong? apakah itu cerminan seorang religius? apakah agama selalu dijadikan topeng sebagai jalan menuju surga? saya jadi berbicara kemana-mana, tapi jujur karena saya gerah mereka juga bertindak kemana-mana, beralasan kemana-mana, lama-lama tak gendong kemana-mana deh.

makin dekat kiamat, makin banyak terorisme, makin banyak pembantaian agama, makin banyak dosa di dunia. Tuhan, saya ingin bertanya, benarkah kejadian di jaman dulu lebih dahsyat dari ini? Tapi saya mengerti jika orang-orang dulu adalah orang Jahiliyah yang mudah terpengaruh, yang masih mencari identitas, yang masih mencari kebenaran hidup, yang masih bertanya-tanya tentangMU. Tapi kenapa sekarang ketika orang-orang sudah memiliki Kitabnya, sudah menemukan agamanya, sudah mengerti jalan hidupnya, mereka justru saling membunuh, saling membenci, saling mendramatisasi?
Padahal agama punya Kitab, agama punya Tuhan tapi kenapa perilaku orang-orang makin tak beragama dan berTuhan yah?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar